Jumat, 04 September 2015

Modifikasi Ninja 150 Rr Drag Bike

 


Exhaust dan knalpot peyumbang tenaga menghela perbadingan gigi rasio yang berat.  Pakai ramuan ini Kawasaki Ninja best time 7,2 detik di lintasan Pantai Depok, Jogja yang dijoki Bowo Samsonet. Kelas yang diikuti adalah Sport Tune-Up 2-Tak 155 cc. 

LUBANG BUANG

Ninja milik tim TRD TDC dari Jakarta ini dikorek AP Bendol. Bendol punya alasan, desain lubang buang bersama kenalpot pemancing gigi rasio 1 supaya mudah bergerak. “Coba hitung, rasio gigi satu 31/18 (1.722) turun satu angka dari standar 27/10 (2.7). Rata-rata Ninja di kelas ini turunnya 0,9,” jelas Bendol sembari mengingatkan untuk melihat  hitungan rasio diData Modifikasi. Hehehe, yang berhak menentukan itu adalah penulis, bukan sampeyan n’Dol. 
Yang jelas hasil reduksi gigi satu nyambung ke-gigi 2 dengan mulus. Menghitung nyambung atau tidak, hasil pembagian gigi 1 dikurangi  pembagian gigi 2, Ninja ini dapat  0.3. Badingkan dengan rasio standar Ninja dari hasil pengurangan gigi yang sama selisihnya 1 (satu) bukan nol koma. Makanya perpindahan gigi satu ke-gigi 2 untuk  standar, rpm-nya drop banyak dan kasar. Itu namanya tidak close, bro. Ngerti kan, pastilah akan ngerti jika sering mengklik maniakmotor.com, jaminannya jadi maniak motor kok, gratis pula, tak perlu beli kertas.
Karenanya, mesin harus kuat pada putaran dini. Tinggi lubang buang kunci menghasilkan itu yang hanya dimakan 3.5 mm. Tinggi ini diukur dari bibir silinder atas. Biasanya Ninja bisa dimakan sampai 4.5 mm bahkan ada 5 mm, loh. Jika terlalu banyak,  pada  gigi rendah khawatir mesin akan ngokkarena lambat dapat power. Semakin menyusut lubang buang digerus, mesin baru 86 atau siap pada putaran menengah ke atas.

KENALPOT CREAMPIE

Saat ini, saat start Bowo bisa pakai dua, toh tenaganya tetap kuat dan cepat. Penggunaan gigi dua ini karena main shaftrasio pakai standar. “Jika satart dari gigi satu, takutnya as akan patah. Penggunaan gigi dua juga menghindari spin yang banyak,” terang Bendol dan Bowo. 
Lebar lubang buang bermain 43 mm. Angka ini sengaja dibikin besar, agar bisa mengambingi tingginya lubang, ya lubang buang bukan lubang yang lain. Walau lebar itu dianggap berlebihan, makanya boros ring seher. Ring sering dimakan bibir lubang, kendati setiap sisinya sudah dibikin lonjong. Semua ada risiko untuk mencapai hasil maksimal.
Barulah cerita kenalpot pelepas gas buang. Pilihannya kenalpot Creampie, tapi silincer pakai AHM. Alasannya, tukang kenalpotnya mudah diajak diskusi sehingga ketemu volume total isi kenalpot yang pas dengan desain lubang buang. Sekadar gambaran leher didapat 39 mm atau lebih kecil dari diameter lubang buang. Bentuk begitu bisa menahan sebentar gas buang untuk dipantul ulang ke ruang bakar.

KOMPRESI

Wah dari tadi buang melulu, sekarang masuknya dengan tinggi lubang transfer 42,5 mm dan lubang bilas menyesuaikan. Maklum fungsi bilas ya hanya membilas uap bahan bakar setelah diproses transfer. Sudut-sudut tikungan transfer dibikin landai. Sedang ujung mulutnya diarahkan langsung pada squish kepala slinder.
Squshnya sendiri 16° dengan mengikuti dome piston dan lebar 9 mm dengan bentuk kubah parabola. Cocoklah, selalu dapat sinyal dari semua arah masuknya bahan bakar. Ngomong-ngomong chanel berapa, bro? Kan parabola, hehe. Kubah ini diukur pakai buret saat busi terpasang adalah 12,7 cc. “Kompresinya 9:1 dan rpm 16.000,” kata Bowo. Padahal saat diukur portal ini kompresi tak sampai 7:1. Wah macam mana ini Bowo??????  

1 komentar:

  1. daftabet | | Dafabet.com
    daftabet is an 샌즈카지노 online casino that offers sports betting, slot games, live ทางเข้า m88 dealer casino, live dafabet betting, online bingo and bingo.

    BalasHapus